Kadar nutrisi yang dibutuhkan setiap tanaman pada dasarnya berbeda-beda menyesuaikan jenis dan usia masin-masing tanaman. Jika nutisi yang diberikan terlalu rendah maupun terlalu tinggi tentu akan menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan tanaman bahkan bisa menjadi penyebab gagal panen. Tanaman yang kekurangan nutrisi bisa menjadi kerdil dan pertumbuhannya lambat, sedangkan jika terlalu berlebih dapat menyebabkan tanaman keracunan dan stres. Karena itu sangat penting untuk mengetahui kadar nutrisi yang tepat diberikan untuk tanaman.
Pengukuran PPM (part per million) menggunakan TDS (Total dissolved solids) dan EC (electro conductivity) mutlak diperlukan dalam berhidroponik untuk mengetahui nutrisi yang sesuai kebutuhan tanaman.
Berapa masing-masing kandungan TDS air yang bisa digunakan sebagai pelarut nutrisi?
![]() |
| pucuk tanaman terbakar karena nutrisi terlalu tinggi |
Pengukuran PPM (part per million) menggunakan TDS (Total dissolved solids) dan EC (electro conductivity) mutlak diperlukan dalam berhidroponik untuk mengetahui nutrisi yang sesuai kebutuhan tanaman.
Berapa masing-masing kandungan TDS air yang bisa digunakan sebagai pelarut nutrisi?
- Air PDAM : 125-300 PPM
- Air mineral dalam kemasan : 50-100PPM (beberapa memiliki TDS di bawah 10 PPM)
- Air suling : 10-20 PPM
- Air hujan (langsung) : 1-25 PPM
- Air kondensasi (tetesan) AC : 1 - 15 PPM
Berikut ini tabel berisi kebutuhan pH, EC dan PPM jenis-jenis tanaman yang paling populer dalam sistem hidroponik,

