Defisiensi dapat diartikan sebagai kurangnya asupan gizi (pada hidroponik diartikan sebagai unsur hara atau nutrisi) sehingga berdampak pada pertumbuhan tanaman.
Penyakit defisiensi nutrisi ini tergolong sering terjadi pada tanaman hidroponik. Defisiensi umumnya terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap jumlah larutan nutrisi yang diberikan, dan perubahan kadar pH air (itulah sebabnya penting sekali mengecek TDS dan pH nutrisi anda secara berkala).
Defisiensi nutrisi bisa dikenali dari perubahan warna yang terjadi jika tanaman mengalami kekurangan unsur-unsur yang dibutuhkannya. Jika anda melihat tanaman anda tampak tidak segar seperti biasa, maka sesegeranya anda cek pH maupun TDS dari nutrisi hidroponik anda.
Bagaimana mengatasinya?
Jika tanaman sayur teridentifikasi mengalami kekurangan nutrisi, segera periksa kecukupan larutan nutrisi. Jika memang sudah berkurang banyak hingga tidak mengenai sumbu atau perakaran, langsung tambahkan larutan nutrisi.
Untuk mencegah terjadinya kekurangan nutrisi pada tanaman sayur, pastikan komposisi nutrisi yang diberikan sudah tepat. Komposisi nutrisi bisa diperiksa pada keterangan yang tertera di label kemasan. Pastikan pula rasio larutan dan air sudah tepat saat melakukan pengenceran larutan.
Defisiensi rawan terjadi di musim hujan pada hidroponik tanpa atap yang sering terguyur air, mengakibatkan turunnya kepekatan nutrisi pada tandon penampungan. Cek terus nutrisi secara berkala sehingga tetap sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tabel kebutuhan nutrisi dan pH pada tanaman dapat dicek di sini.
Pastikan pula anda memiliki alat perang (TDS meter, EC meter, dan pH meter) untuk menghalau penyakit ini yang bisa anda dapatkan di toko hidroponik Asri Hydro Farm Banjarbaru.
Penyakit defisiensi nutrisi ini tergolong sering terjadi pada tanaman hidroponik. Defisiensi umumnya terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap jumlah larutan nutrisi yang diberikan, dan perubahan kadar pH air (itulah sebabnya penting sekali mengecek TDS dan pH nutrisi anda secara berkala).
Defisiensi nutrisi bisa dikenali dari perubahan warna yang terjadi jika tanaman mengalami kekurangan unsur-unsur yang dibutuhkannya. Jika anda melihat tanaman anda tampak tidak segar seperti biasa, maka sesegeranya anda cek pH maupun TDS dari nutrisi hidroponik anda.
![]() |
| ciri defisiensi pada tanaman hidroponik |
Bagaimana mengatasinya?
Jika tanaman sayur teridentifikasi mengalami kekurangan nutrisi, segera periksa kecukupan larutan nutrisi. Jika memang sudah berkurang banyak hingga tidak mengenai sumbu atau perakaran, langsung tambahkan larutan nutrisi.
Untuk mencegah terjadinya kekurangan nutrisi pada tanaman sayur, pastikan komposisi nutrisi yang diberikan sudah tepat. Komposisi nutrisi bisa diperiksa pada keterangan yang tertera di label kemasan. Pastikan pula rasio larutan dan air sudah tepat saat melakukan pengenceran larutan.
Defisiensi rawan terjadi di musim hujan pada hidroponik tanpa atap yang sering terguyur air, mengakibatkan turunnya kepekatan nutrisi pada tandon penampungan. Cek terus nutrisi secara berkala sehingga tetap sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tabel kebutuhan nutrisi dan pH pada tanaman dapat dicek di sini.
Pastikan pula anda memiliki alat perang (TDS meter, EC meter, dan pH meter) untuk menghalau penyakit ini yang bisa anda dapatkan di toko hidroponik Asri Hydro Farm Banjarbaru.
