Dalam setiap pelatihan hidroponik yang kami laksanakan baik itu di Banjarbaru maupun di kota lainnya, biasanya kami hanya menjelaskan pengaruh pH terhadap tanaman secara sekilas mengingat terbatasnya waktu pelatihan. Oleh karena itulah kami ingin membahas lebih dalam mengenai pH di dalam tulisan kali ini.
Potential Hydrogen atau pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan (wikipedia). Kalau dilihat dari gambar di atas, angka 7 menyatakan netral, kurang dari angka 7 menunjukkan senyawa asam, dan di atas angka 7 menunjukkan senyawa basa.
Dalam hidroponik, kalau kita melihat dari tabel pH yang ada di postingan ini, rata-rata pH yang baik untuk tanaman berkisar antara 5,5 hingga 7. Jika pH kurang atau lebih dari kisaran tersebut, beberapa unsur di dalam larutan nutrisi akan mengendap sehingga tidak bisa terserap oleh akar tanaman.
Dampak yang terjadi jika pH tidak pada kisaran yang seharusnya dalam waktu yang lama, tanaman bisa menjadi keracunan, dan kemungkinan mengalami defisiensi unsur hara dan pertumbuhannya tidak normal.
Kadar pH bisa diubah dengan menambahkan pH up dan pH down, namun jika tidak ada dapat menggunakan air cuka (menurunkan pH) atau baking soda (menaikkan pH). Hanya saja zat ini pada umumnya hanya bersifat jangka pendek saja.
Kapan waktu pemeriksaan angka pH dilakukan?
Tidak ada ukuran pasti kapan waktu yang tepat untuk memeriksa pH larutan, ada yang melakukannya dua hari sekali ada pula yang sehari dua kali. Gunakan pH meter untuk mengukurnya. Anda yang tidak memiliki pH meter bisa mengunjungi toko kami di hidroponik Asri Hydro Farm Banjarbaru.
Kenapa pH larutan sering berubah drastis dalam waktu cepat, bahkan perubahannnya bisa terbilang ekstrem?
Kemungkinan pH larutan berubah drastis disebabkan oleh kualitas dan kuantitas kandungan nutrisi yang sudah menurun. Jalan yang bisa dilakukan adalah mengganti nutrisi yang lama dengan nutrisi baru.
Potential Hydrogen atau pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan (wikipedia). Kalau dilihat dari gambar di atas, angka 7 menyatakan netral, kurang dari angka 7 menunjukkan senyawa asam, dan di atas angka 7 menunjukkan senyawa basa.
Dalam hidroponik, kalau kita melihat dari tabel pH yang ada di postingan ini, rata-rata pH yang baik untuk tanaman berkisar antara 5,5 hingga 7. Jika pH kurang atau lebih dari kisaran tersebut, beberapa unsur di dalam larutan nutrisi akan mengendap sehingga tidak bisa terserap oleh akar tanaman.
Dampak yang terjadi jika pH tidak pada kisaran yang seharusnya dalam waktu yang lama, tanaman bisa menjadi keracunan, dan kemungkinan mengalami defisiensi unsur hara dan pertumbuhannya tidak normal.
Kadar pH bisa diubah dengan menambahkan pH up dan pH down, namun jika tidak ada dapat menggunakan air cuka (menurunkan pH) atau baking soda (menaikkan pH). Hanya saja zat ini pada umumnya hanya bersifat jangka pendek saja.
Kapan waktu pemeriksaan angka pH dilakukan?
Tidak ada ukuran pasti kapan waktu yang tepat untuk memeriksa pH larutan, ada yang melakukannya dua hari sekali ada pula yang sehari dua kali. Gunakan pH meter untuk mengukurnya. Anda yang tidak memiliki pH meter bisa mengunjungi toko kami di hidroponik Asri Hydro Farm Banjarbaru.
Kenapa pH larutan sering berubah drastis dalam waktu cepat, bahkan perubahannnya bisa terbilang ekstrem?
Kemungkinan pH larutan berubah drastis disebabkan oleh kualitas dan kuantitas kandungan nutrisi yang sudah menurun. Jalan yang bisa dilakukan adalah mengganti nutrisi yang lama dengan nutrisi baru.

